Indonesiaku, yang katanya Negara subur dan beranekaragam akan kekayaan alamnya. Setelah sekian lama diikrarkan naskah proklamasi kemerdekaannya oleh Sang proklamator terhebat yaitu Ir. Suekarno ia adalah presiden pertama negara Republik ini yang mampu membawa indonesia kedepan pintu gerbang kemerdekaannya.
Dari zaman-kezaman silih berganti kepemimpinan di Indonesia ini telah berubah, dan pemimpinnya dengan berbagai sistem kepemimpinannya merubah negara ini menjadi hambar dan memasuki detik-detik kehancuran.
Mengapa saya mengatakan pemimpin negara ini silih berganti membawa negara ini keambang kehancuran, karena sedikit demi sedikit kekayaan alamnya negara ini dijadikan lahan kekayaan buat penguasa yang haus akan pundi-pundi rupiah yang nilainya seharga harga dirinya mereka.
Negara ini seakan-akan berubah menjadi negara siluman, negara buta, negara tuli akan berbagai keluhan dan jeritan masyarakatnya yang memprihatinkan. Para pemimpin hanya mementingakan ego semata dan nama baik pribadi tetapi nama baik negara mereka lelang dan menjadikannya lelucon, saya sebagai mahasiswa Universitas Halu Oleo merasa miris melihat kondisi tersebut.
Hematku, diantara ke- 7 pemimpin indonesia ini hanyalah sosok seperti Bapak Ir. Suekaro lah yang ku hargai karena perjuangan beliau tetap kami kenang hingga abad ke-21 ini. Namanya tetap harum dan bijaksananya tetap berkiprah dipermukaan bumi indonesia. Kini negaraku Indonesia telah memasuki era kehancuran.
Indonesia telah berubah wujud menjadi negara buta dan tuli, mengapa demikian ???
Karena banyak rintihan, tangisan dan kemiskinan dimana-mana. Tidak ada yang memeperhatikan mereka, tempat persinggahan dan peristrahatannya hanyalah beralaskan tanah dan beratapkan fondasi jembatan yang lama kelamaan akan hancur tetapi mereka tetap bertahan karena tidak ada rasa kepekaan dari sang pemimpin.
Banyak dari anak-anak mereka yang ingin berpendidikan dengan tujuan kedepannya mereka bisa menyulap kondisi keluarga mereka tapi lagi lagi dan lagi hanyalah mimpi yang suram yang tidak bisa di capainya jika tidak ada dukungan dari sang penguasa....
Banyak dari kalangan kaum intelektual turun teriak-teriak dijalan, Menyuarakan rintihan masyarakat tapi lagi, lagi dan lagi Semua tataran birokrasi tidak pernah mendengar rintihan tersebut mereka hanya menikmati kursi panas yang dinama itu posisi mereka sangatlah tergantung pada keikhlasan rakyat-rakyat yang sedang menderita.
Mereka hanya memanfaatkan rakyat demi kesenangan mereka dikehidupan dunia yang sifatnya hanya sementara ini, percuma saat pesta demokrasi tiba mereka selalu mengumbar-ngumbar janji kepada rakyat tapi nyatanya saat keinginan mereka terpenuhi janji itu lenyap terbawa angin yang berhembus.
Sistem demokrasi indonesia bukanlah dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat tapi dari rakyat oleh dan untuk para pengumbar janji. Dimana posisi rakyat??? Yang katanya suara rakyat itu suara Tuhan.?????
Melihat realita tersebut, kita sebagai generasi idealis bangsa marilah kita saling berpangku tangan untuk mewujudkan mimpi-mimpi tersebut agar generasi kedepannya tidak cacat akan ilmu yang berpendidikan.
Marilah sama-sama kita buat revolusi baru pada zaman yang baru dan keadaan yang baru agar hal-hal yang lama bisa kita perbaharui...... Jika ada kedzaliman tuntaskan, jika ada penghianatan lenyapkan, jika ada dusta kucilkan, dan jika ada konflik solusikan.
Indonesiaku negara subur dan makmur.
#Shafar Muna-Ambon
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Peran Generasi Muda Dalam Menangkal Hoax and Hatespeech
Masa depan Bangsa Indonesia sangatlah ditentukan oleh paran generasi muda Bangsa ini. Kaum Muda Indonesia adalah masa depan Bangsa ini. Ka...
-
Indonesiaku, yang katanya Negara subur dan beranekaragam akan kekayaan alamnya. Setelah sekian lama diikrarkan naskah proklamasi ke...
-
BEBERAPA PENGERTIAN PROFESIONALISME GURU PENGERTIAN PROFESIONALISME GURU (Dr. Rusman, M.Pd) § Jabatan guru adalah suatu profe...
-
"Pahlawan dari Sulawesi Tenggara" (La Ode Muhammad Falihi dan La Ode Manarfa) 1. Pendahuluan Pahlawan Nasional adalah gelar y...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silahkan di koreksi jika ada kesalahpahaman